
Performance Management System Development
Segala sesuatu yang bisa diukur akan bisa dikelola, tak terkecuali Kinerja Karyawan
Tujuan:
- Mendapatkan sistem pengelolaan kinerja karyawan yang selaras dengan strategi organisasi
- Mengelola kinerja karyawan dengan komprehensif untuk mencapai sasaran organisasi
- Membedakan karyawan yang berkinerja tinggi dan berkinerja biasa
- Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dengan kejelasan pengelolaan kinerja
- Memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya
Tantangan
Organisasi pada era Pengetahuan mempunyai tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang makin besar. SDM sebagai aset sudah selayaknya untuk dipelihara dan dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi maksimal. Hal ini menjadi penting karena sasaran organisasi hanya dapat dicapai kalau SDM mempunyai kompetensi sesuai dengan yang dipersyaratkan. Sasaran organisasi hendaknya dapat secara jelas diturunkan ke sasaran Tim dan individu. Kegagalan organisasi untuk mencapai sasaran dapat disebabkan karena beberapa hal, diantaranya :
- Dari sisi organisasi, terjadi ketidak-selarasan dalam menterjemahkan sasaran organisasi ke sasaran tim dan individu serta bagaimana proses pengukuran yang objektif terhadap kinerja yang dicapai.
- Dari sisi karyawan adalah ketidak-jelasan karyawan dalam memahami indikator kinerja yang diharapkan dari mereka, serta bagaimana kinerja mereka diukur.
Hasil survey di 7 kota besar di Indonesia* menunjukkan dari seluruh responden yang memiliki Sistem Manajemen Kinerja di perusahaannya, hanya 5.21 % responden yang mempersepsikan bahwa Performance Management System (PMS) atau Sistim Manajemen Kinerja di perusahaan tersebut telah mendorong mereka untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik dan dapat meningkatkan kepuasan kerja.
Public Program PMS Improvement di tahun 2012: