Dunamis Logo
home > knowledge-center > press release > KULTUR BELAJAR: LANGKAH AWAL PENGEMBANGAN KULTUR INOVASI 2013 INDONESIAN MAKE STUDY NOMINATION

KULTUR BELAJAR: LANGKAH AWAL PENGEMBANGAN KULTUR INOVASI 2013 INDONESIAN MAKE STUDY NOMINATION

Friday, 15 March 2013

 

article photo

Oleh : Asri Larasati, Corporate Communication


Pers Release - dapat segera diterbitkan


Jakarta, 14 Maret 2013 - "Tujuan akhir dari penerapan knowledge management adalah memberikan value added atau nilai tambah bagi organisasi maka inovasi menjadi salah satu kunci bagi pengembangan KM," demikian diungkapkan Robby Susatyo - Chairman 2013 Indonesian Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Study saat membuka acara 2013 Indonesian MAKE Study Nomination hari ini, Kamis - 14 Maret 2013. Dalam presentasinya, Robby memaparkan proses pelaksanaan Indonesian MAKE Study pada tahun 2012 yang kurang lebih akan kembali dilakukan di tahun 2013 ini.

Robby juga memaparkan hasil studi dari Global MAKE Study yang dilakukan oleh Teleos. Beberapa hasil Global MAKE Study diantaranya adalah:
- Organisasi yang memiliki knowledge strategy jangka panjang dan berinvestasi untuk inovasi terbukti berhasil melewati resesi global dan ekonomi yang tidak stabil tanpa kesulitan berarti.
- Inovasi tidak tertutup hanya untuk organisasi berteknologi tinggi, namun terbuka untuk siapapun. Termasuk organisasi non-profit dan instansi pemerintahan yang selalu mencari cara baru untuk berinovasi melalui produk/ layanan/ solusi kepada pelanggan
- Indonesia menjadi salah satu negara potensial untuk berkembang dengan berinovasi. Melihat tren perubahan dari yang fokus pada low-cost manufacturing dan traditional quality control menjadi knowledge-driven business.

Acara 2013 Indonesian MAKE Study Nomination yang diselenggarakan oleh Dunamis Consulting hari ini merupakan rangkaian awal pelaksanaan 2013 Indonesian MAKE Study. Hari ini dilakukan proses nominasi organisasi-organisasi di Indonesia yang paling dikagumi dalam bidang knowledge management. MAKE Study sendiri bertujuan untuk mengukur komitmen dan kematangan organisasi dalam pengelolaan knowledge management. Indonesian MAKE Study telah dilaksanakan oleh Dunamis Consulting sejak tahun 2005.

Hadir memberikan sharing di awal sesi adalah salah satu pemenang Top 3 2012 Indonesian MAKE Study yaitu PT Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Faisal Yusra - Quality Management Manager Dit. GA PT Pertamina (Persero) yang juga Wakil Presiden Asosiasi Manajemen Mutu & Produktifitas Indonesia serta Ketua Tim Penggerak KM Pertamina (Komet). Faisal memaparkan bagaimana insan Pertamina secara rutin dan terstruktur melakukan sharing, learning dan innovation dalam program budaya yang disebut CIP (Continous Improvement Program). "Salah satu kunci keberhasilan program CIP adalah adanya keterlibatan baik dari manajemen serta pekerja. Kami bahkan menggerakkan serikat pekerja untuk menyukseskan program budaya CIP," Faisal menjelaskan.

Sharing berikutnya dalam 2013 Indonesia MAKE Study Nomination datang dari peraih Special Recognition 2012 Indonesian MAKE Study yaitu PT Daya Adicipta Mustika yang menghadirkan Immanuel Adi Pakaryanto - Head of Corporate ICT & Deputy Head of Corporate HR Triputra Group sekaligus Corporate Committee Daya Group. Immanuel Adi memaparkan framework yang dilakukan di Daya Adicipta Mustika dalan pengelolaan knowledge yang dimulai dari business knowledge, network knowledge, customer knowledge hingga people knowledge yang mencakup organization culture serta employee engagement. "Apapun yang dilakukan KM harus bisa dikembalikan ke bisnis. Tak perlu dimulai dengan sesuatu yang besar dan bernama knowledge management namun lakukan kegiatan-kegiatan yang simple, bisa diaplikasikan ke bisnis dan konsisten. Hal ini akan mendorong terwujudnya pengelolaan KM," demikian diungkapkan Adi.

Sementara itu, International KM Expert dari KnowHouse - James Van Der Westhuizen berbagi mengenai Platform 9 kompetensi yang akan membantu membangun budaya berbasis pengetahuan yang terstruktur dan berkaitan erat dengan tujuan bisnis organisasi. Platform 9 Competencies meliputi Change Leadership, Technology Enablement, Organizational Strategy, Communities of Interest, Peer Assist, Shared Learnings, Project Retrospect dan COP's. "Agar kita dapat memilah knowledge yang berguna dan tidak berguna bagi organisasi maka perlu dilakukan seleksi dan validasi terhadap setiap informasi yang ada. Selain itu, bila kita ingin belajar dari organisasi lain, maka kita perlu belajar dari organisasi yang 'exceptional' bukan dari organisasi yang biasa-biasa saja," James memaparkan.

Acara 2013 Indonesian MAKE Study Nomination ditutup dengan paparan mengenai berbagai temuan menarik berkaitan dengan pelaksanaan Indonesian MAKE Study di tahun 2012 oleh Robby Susatyo - Chairman 2013 Indonesian MAKE Study dan sesi nominasi yang dilakukan oleh para peserta yang hadir.

----------ooOOoo---------

Catatan:
MAKE (Most Admired Knowledge Enterprise) Study pertama kali diadakan adalah pada tahun 1998 oleh Teleos yang bekerjasama dengan KNOW Network. Teleos adalah sebuah badan penelitian mandiri di bidang knowledge management dan intellectual capital. Indonesian Most Admired Knowledge Enterpise (MAKE) Study merupakan studi tentang perusahaan berbasis pengetahuan yang paling dikagumi di Indonesia dan diselenggarakan oleh Dunamis Organization Services sejak tahun 2005. 3 (tiga) pemenang Indonesian MAKE dengan nilai agregat tertinggi akan mewakili Indonesia dalam ajang Asian MAKE.

Tentang Dunamis Organization Services:
Berdiri sejak tahun 1991, Dunamis Organization Services merupakan penyedia jasa professional dengan misi "enable greatness in people and organizations everywhere." Sejak 1992, Dunamis Organization Services menjadi mitra berlisensi dari Franklin Covey Co. (NYSE:FC), sebuah organisasi global yang memberikan jasa pelatihan dan konsultasi yang berada di 147 negara.

Franklin Covey Co. yang masuk dalam Top 20 Leadership Training Company oleh TrainingIndustry.com memiliki solusi Leadership Development, The 7 Habits, Strategy Execution dan Productivity. Portofolio klien Franklin Covey Co. mencakup 90 dari 100 perusahaan terdaftar dalam Fortune 100, lebih dari 75% perusahaan yang terdaftar dalam Fortune 500, ribuan perusahaan kecil dan menengah, serta lembaga pemerintahan.

Mulai tahun 2012, Dunamis Organization Services juga menjadi mitra berlisensi dari Vital Smarts yang berfokus pada high-leverage skills untuk meningkatkan kinerja organisasi. Solusi dari Vital Smarts meliputi Crucial Conversations, Influencer, Crucial Confrontations dan Change Anything.

Di Indonesia, klien-klien Dunamsi Organization Services meliputi berbagai sektor industry berskala multinasional, nasional hingga pemerintahan. Solusi-solusi Dunamis Organization Services meliputi Leadership & Trust, Sales & Productivity, Execution, Vital Smarts Solutions, Organizational Consulting (Knowledge Management, Corporate Culture, Research), Human Capital System dan Education.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Dunamis Organization Services dan Indonesian MAKE Study, silakan hubungi:

Asri Larasati Suryajaya
Corporate Communications
Dunamis Organization Services
T: 572 0761
Hp: 0812 814 6051
F: 572 0762
E: asri@dunamis.co.id
www.dunamis.co.id