Dunamis Logo
home > knowledge-center > press release > 7 Habits of Highly Effective Teens - SUPER CAMP for School Holiday

7 Habits of Highly Effective Teens - SUPER CAMP for School Holiday

Monday, 6 July 2009

 

article photo

Oleh : Asri Larasati, Corporate Communication Dunamis Organization services


Monday, 6 July 2009 - Untuk mengisi liburan sekolah kali ini, Dunamis Foundation di bawah lisensi FranklinCovey Family & Education menyelenggarakan “School Holiday” untuk para remaja, dengan tema “SuperCamp”. Dengan mempertimbangkan kelompok usia dan permasalahan yang dihadapi oleh para remaja, penyelenggaraan Super Camp ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu untuk remaja SMP, diadakan pada tanggal 25-28 Juni 2009, dan untuk remaja SMA, diadakan pada tanggal 2-5 Juli 2009.

Acara ini dilangsungkan dalam suatu lingkungan dan suasana yang asri dan alami, yaitu di Griya Dunamis, sebuah learning centre yang dimiliki oleh Dunamis Organization Services, yang berlokasi di Desa Pasir Angin – Gadog – Ciawi Bogor. Dalam Super Camp ini, yang program utamanya mengambil pendekatan dari “The 7 Habits Teens”, yaitu suatu program pelatihan kepemimpinan bagi remaja, yang dikembangkan dari buku The 7 Habits of Highly Effective People, karya Dr. Stephen R. Covey dan The 7 Habits of Highly Effective Teens, karya Sean Covey, para remaja diajak untuk belajar sambil bermain, baik di dalam maupun di luar kelas, dengan aktivitas-aktivitas yang menantang selama 4 hari.

Para remaja dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompoknya akan mendapatkan seorang mentor yang akan membimbing dan mendampingi mereka. Mentor yang disediakan pun berusia muda dan yang masih dekat dengan kehidupan remaja, sehingga para mentor ini pun akan dapat diterima sebagai teman bagi para remaja dan mereka tidak ragu-ragu lagi untuk ‘curhat’ dengan mentornya masing-masing.

Dalam pelatihan kepemimpinan remaja ini, para remaja dibekali dengan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi sukses di dalam kehidupan. Dimulai dengan kenyataan hidup seorang remaja yang seringkali harus berada dalam situasi yang dilematis untuk menentukan pilihan yang terbaik bagi dirinya, para remaja diajak untuk mulai belajar menentukan pilihanpilihan, memahami kondisi-kondisi yang ada dan bagaimana menyikapinya, menggali dalam dirinya tentang apa tujuan hidup atau cita-cita yang ingin dicapai, mengatur prioritas serta waktu dengan memilih hal-hal yang penting dalam hidupnya, sampai pada bagaimana membangun suatu relasi yang baik dengan orang-orang di sekelilingnya dan mengasah diri mereka dari sisi fisik, pikiran, jiwa dan spiritual .

Hal-hal yang diajarkan tentu saja tidak hanya berhenti pada teori-teori pada umumnya, namun para remaja ini pun diberikan aktivitas-aktivitas yang dapat membuat mereka untuk lebih memahami konsep-konsep yang diberikan, baik itu berupa permainan simulasi sederhana, sampai pada aktivitas yang melibatkan peserta secara fisik dan perasaan. Pendekatan yang dilakukan pun disebut inside-out approach, yaitu pendekatan yang memulai dari diri sendiri. Setelah penguatan dari dalam diri sendiri, baru membangun hubungan interpersonal yang lebih efektif. Remaja yang memiliki karakter kuat tidak akan mudah terpengaruh dengan stimulus negatif di sekitarnya.

Dengan pengabungan proses belajar di dalam maupun di luar ruangan, pada hari ketiga, para remaja diajak untuk melakukan ‘amazing race’. Untuk para remaja SMP, mereka diajak untuk beraktivitas di luar ruangan melalui permainan-permainan yang menuntun mereka untuk menerapkan 7 Habits of Highly Effective Teens, mulai dari permainan menyusun paku, mengayun mangkuk dalam terpal, sampai pada tantangan untuk melakukan flying fox dan untuk melakukannya perlu konsensus yang bulat dari setiap anggota kelompok. Setiap selesai satu permainan, setiap mentor akan membimbing para remaja mengenai perilaku apa saja yang sudah mereka lakukan yang sesuai dan tidak sesuai dengan 7 Habits of Highly Effective Teens, Menjelang akhir babak amazing race, para remaja diminta untuk naik angkutan umum yang sudah disediakan oleh pihak penyelenggara. Mereka diajak untuk berkunjung ke salah satu Madrasah sederhana di daerah sekitar Gadog. Para remaja diminta untuk saling berkenalan lebih dekat dengan kawan-kawan mereka di Madrasah tersebut, dan mereka diminta untuk ‘sharing’ mengenai 7 Habits of Highly Effective Teens, yang baru saja mereka dapatkan kepada teman-teman di Madrasah tersebut. Acara puncaknya, para remaja ini diminta untuk berbagi dengan kawan-kawan di Madrasah. Hal yang diminta untuk mereka lakukan adalah setiap remaja diminta untuk memberikan buku kesayangan mereka, yang memang sudah mereka persiapkan sebelumnya kepada salah satu teman di Madrasah tersebut. Setelah itu acara ditutup dengan makan bersama, Dalam hal ini para remaja diajak untuk langsung berbagi ilmu yang didapatkan dan menerapkan ilmu yang sudah didapatkan dalam realitas kehidupan, khususnya untuk kebiasaan yang ke-tujuh – asahlah gergaji. Para remaja diajak untuk melihat sisi lain kehidupan teman-teman mereka. Aspek ‘jiwa dan spiritual’ mereka yang diasah agar mereka dapat menjadi individu yang lebih sensitif dan dapat berempati kepada lingkungan sekitar mereka.

Lain halnya dengan remaja SMA, mereka pun melakukan ‘amazing race’, namun mereka dibawa pergi ke Panti Werda yang lokasinya pun tidak terlalu jauh dari Griya Dunamis. Mereka diminta untuk berkenalan dengan penghuni panti, bertanya lebih jauh tentang kehidupan para penghuni panti dan mereka pun diminta untuk menghibur penghuni panti. Masa tua mungkin bukan suatu hal yang sudah dipikirkan oleh para remaja ini, namun di sini mereka diajak untuk dapat belajar dari para orang tua ini, agar aspek spiritual mereka menjadi lebih terasah.

Remaja tentunya tak kenal lelah, dan kegembiraan selalu menyelimuti hari-hari mereka. Demikian juga dalam program ini banyak keceriaan, yang tentunya tetap dikemas dengan pesan-pesan pembelajaran di dalamanya.

Para remaja diajak untuk bermain menangkap ikan di sungai yang mengalir di Griya Dunamis. Hal yang sebelumnya dianggap menggelikan untuk menangkap ikan hidup pun mau mereka lakukan demi solidaritas kepada teman satu kelompok. Di malam terakhir, mereka diminta untuk melakukan ritual “Blue Ribbon – who I am make different”. Setiap Remaja dan mentor, mendapatkan 4 pita berwarna biru, mereka diminta untuk mengapresiasi orang-orang yang telah memberikan perubahan terhadap kehidupan orang lain. Banyak pita yang mereka berikan kepada kakak-kakak mentor dan fasilitator, yang mereka anggap telah memberikan pencerahan bagi hidup mereka. Dan banyak pula pita biru yang mereka simpan untuk diberikan kepada orang tua mereka esok harinya.

Di hari terakhir para orang tua diminta untuk hadir, disamping untuk menjemput para remaja ini, mereka pun diminta untuk menikmati sajian pertujukan dari anak-anak mereka yang disiapkan secara cepat dan berisi mengenai pembelajaran yang mereka dapatkan selama 4 hari di Super Camp.
Mengharukan dan menggelikan, dua kata yang dapat menggambarkan suasanan pertunjukan tersebut. Mulai dari seorang remaja yang berani tampil sendiri untuk membawakan puisi tentang cita-citanya dan ia yakin akan mencapai cita-citanya karena ia sudah ‘tahu’ apa yang dia ingin capai dalam hidupnya melalui pembelajaran di kebiasaan ke-dua – ‘mulai dengan tujuan akhir’, sampai kepada drama singkat ‘eks pacar gue pacaran sama sobat gue’, mereka belajar untuk tidak langsung ‘musuhan’ atau ‘berantem’, karena dalam kebiasaan ke-lima mereka belajar ‘berusaha mengerti dahulu, baru dimengerti’. Woow, walaupun banyak tawa dalam pembelajaran, ternyata semua yang disampaikan selama empat hari, mudah untuk diserap oleh para remaja ini dengan cara-cara mereka.

Program ini tidak berhenti sampai di hari keempat. Ada enam kali Coaching Pasca Program, yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman remaja tentang materi, aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dan membantu menjaga agar perubahan yang terjadi setelah mengikuti SuperCamp dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Dan ada dua kali Parents Session, sesi untuk para orang tua agar lebih memahami anak-anak mereka dan salah satunya adalah mengenali gaya belajar anak.

Untuk keterangan lebih lanjut tentang SuperCamp :
Asri L. Suryadjaja
Dunamis Foundation
Telp : 021-5720761
Email : asri@dunamis.co.id