Dunamis Logo
List of Articles
 
home > knowledge-center > Darimana Hasil Diperoleh? (S x E) x Kepercayaan = H

Darimana Hasil Diperoleh? (S x E) x Kepercayaan = H

Wednesday, 9 September 2009

 

article photo

Oleh : Alex Denni


“Anda hanya dapat mengetahui arti kepercayaan yang sesungguhnya, saat Anda merasakannya. Kepercayaan terjadi ketika pemimpin bersikap transparan, terus terang, dan memegang ucapannya. Sesederhana itu.” —Jack Welch


Dalam acara kick-off suatu program perusahaan, tampak hadir puluhan orang yang mewakili seluruh jajaran perusahaan, dari level Senior Manajemen (BOD), Manager, Supervisor maupun Staff. Acaranya berlangsung dengan lancar dan tertib. Sampai suatu ketika salah seorang yang hadir, seorang Manager, menginterupsi, menggugat dengan sinis mengapa sih harus melakukan program itu, menanyakan apa sih manfaat program yang baru saja di launch tersebut.

Dengan nada agak tinggi, Manager tersebut mengungkapkan kekesalannya bahwa perusahaan telah melakukan banyak sekali program dan inisiatif, mengeluarkan biaya besar untuk konsultan. Hasilnya? Tidak jelas. Mereka tidak merasakan manfaat dari program/inisiatif yang telah dilakukan perusahaan selama ini. Yang mereka rasakan hanya tambahan beban pekerjaan.

Apa yang diungkapkan oleh Manager tersebut merupakan salah satu bentuk kurangnya kepercayaan (Trust) karyawan kepada Manajemen. Kurangnya kepercayaan merupakan akumulasi kekecewaan, persepsi berdasarkan pengalaman atas program/inisiatif terdahulu. Mereka mencurigai adanya agenda tersembunyi, ada udang di balik batu, ada kepentingan-kepentingan tertentu yang dibungkus dengan program perusahaan yang kelihatannya menarik.

Apa arti kepercayaan? Bagaimana kaitan kepercayaan dengan keberhasilan perusahaan dalam mencapai Wildly Important Goals (WIGs) yang sudah ditetapkan perusahaan?

Kepercayaan bisa diartikan sebagai rasa percaya terhadap seseorang atau organisasi karena karakter dan kompetensi yang mereka miliki. Tentu saja, tingkat kepercayaan bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Keberhasilan eksekusi strategi suatu perusahaan sangat bergantung pada tingkat kepercayaan atau ketidakpercayaan dalam perusahaan.

Ketidakpercayaan karyawan dapat merusak/memperlambat proses eksekusi dari suatu strategi, bahkan sebuah strategi yang sudah dibuat dengan sangat baik sekalipun.


Ada hasil penelitian yang cukup menarik, perusahaan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi mengirim email 30-35 persen lebih sedikit dibanding perusahaan sejenis yang tingkat kepercayaannya rendah. Apa implikasinya? Implikasinya adalah perusahaan yang tingkat kepercayaannya tinggi menghemat waktu membaca dan membalas email. Tentu saja hal ini akan menghemat waktu dan mengurangi biaya.

Stephen M. R. Covey dalam buku yang bertajuk “The Speed of Trust” menggambarkan bagaimana pentingnya kepercayaan dalam sebuah persamaan.

Persamaan Kepercayaan :

Kepercayaan = Kecepatan + Biaya


Seperti telah kita ketahui bersama, untuk memperoleh sebuah hasil diperlukan input strategi dan eksekusi, rumusnya adalah

Strategi x Eksekusi = Hasil


Dengan menambahkan dimensi kepercayaan dalam rumus di atas, maka kita akan mengetahui pentingnya Kepercayaan, rumus yang baru menjadi:


(Strategi x Eksekusi) x Kepercayaan = Hasil.


Dalam rumus tersebut, terlihat bahwa kepercayaan berfungsi sebagai katalisator, membebani perusahaan jika tingkat kepercayaan rendah, sebaliknya memberikan nilai tambah jika tingkat kepercayaan tinggi. Beban - kenaikan biaya - dalam tingkat kepercayaan rendah, akan mengurangi hasil dan kecepatan perubahan. Sejalan dengan itu, ketika tingkat kepercayaan yang tinggi, kecepatan dan hasil akan meningkat.

Bahkan jika Anda memiliki strategi yang sempurna dan proses eksekusi yang baik, hasilnya akan sangat dipengaruhi tingkat kepercayaan. Misalnya tingkat kepercayaan standar 1, tingkat kepercayaan rendah membebani 50%, kepercayaan tinggi member nilai tambah 50%, maka perbedaan hasilnya signifikan:


(Strategi x Eksekusi) x Kepercayaan = Hasil

(100 x 100) x 0,5 (-50%) = 5.000

(100 x 100) x 1.5 (+50%) = 15.000




Dalam program peningkatan kinerja, diperlukan suatu perubahan, dan ini merupakan sebuah tantangan tersendiri, karena menyangkut perubahan perilaku dari sekumpulan orang dalam suatu organisasi. Dalam eksekusi untuk peningkatan kinerja tidak berarti harus mengorbankan kesejahteraan karyawan atau malah meningkatkan stres mereka. Sebaliknya, proses ini dapat dibuat lebih menggairahkan, terkelola dengan baik dan malahan lebih memotivasi tim.


Proses ini memungkinkan setiap orang untuk melihat perubahan dari minggu ke minggu. Dengan demikian mereka terpicu untuk terlibat dalam proses perubahan tersebut. Selain itu, setiap orang mendapatkan pengetahuan berharga tentang tantangan dan hambatan dan cara mengatai hambatan tersebut untuk mencapai hasil yang lebih unggul yang berkelanjutan.

Sebuah proses perubahan yang berfokus pada peningkatan kemampuan eksekusi dapat menghasilkan hasil signifikan hanya dalam waktu singkat sekitar 3 sampai 6 bulan, termasuk:

1. Peningkatan kinerja keuangan
2. Tim yang lebih siap untuk menghadapi tantangan masa depan.
3. Kepemimpinan yang fokus pada perbaikan, pemberdayaan dan pengembangan.


Selanjutnya, Anda perlu fokus pada karyawan yang potensial, umumnya 60 persen dari karyawan yang ada. Jelas, bergerak yang 60 persen untuk tingkat kinerja yang lebih tinggi akan memiliki dampak yang sangat positif pada semua hasil.


Proses peningkatan kinerja ini menggunakan metode yang disebut The 4 Discipline of Execution (4DX). Di Indonesia, kami telah melakukan beberapa proses consulting membantu klien kami dalam program peningkatan kinerja.

Dalam beberapa klien di Indonesia yang sudah kami bantu, kami menemukan bahwa Keberhasilan dalam Eksekusi tidak hanya karena Strategi dan Eksekusi, tetapi juga karena faktor tingginya kepercayaan yang terbangun dalam perusahaan. Semoga membangun kepercayaan benar-benar terwujud dalam semua aspek kehidupan kita.


Kepercayaan merupakan salah satu keterampilan dalam kepemimpinan. Anda, sebagai pemimpin memiliki pengaruh yang cukup besar di area ini dengan cara menginspirasi karyawan untuk menciptakan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi. Caranya adalah dengan menjadi panutan, menjadi tauladan.

Canangkan program peningkatan kinerja untuk 3 – 6 bulan ke depan, lakukan eksekusi dengan disiplin, memimpin tim dengan menjadi role model, lalu perhatikan perubahan-perubahan yang terjadi dari minggu ke minggu.



Alex Denni
Human Capital & Execution Expert
Head of Consulting Group-Partner Dunamis
Blog: http://alexdenni.blogspot.com
http://dennialex.multiply.com



Dikutip dari Warta Ekonomi edisi September 2009